Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Marak Kiriman Asusila via WhatsApp dari Nomor Tak Dikenal, Orang Tua di Kab. Semarang Diimbau Awasi HP Anak

Dony W Kaperwil Prov. Jawa Tengah
Selasa, 07 Juli 2026
Last Updated 2026-07-07T07:11:45Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

Semarang, 7 Juli 2026 — Redaksi satudetik.asia menerima laporan meningkatnya tindakan asusila yang dikirim melalui WhatsApp dari nomor tak dikenal, dengan sasaran remaja putri. Dalam sepekan terakhir, dua pengadu yang mengaku sebagai korban — keduanya warga Kabupaten Semarang dengan domisili berbeda — mengirim DM ke redaksi menceritakan pengalaman menerima pesan berisi foto, video, dan ajakan bernada seksual dari akun asing.


Modusnya serupa: pelaku mengirim pesan sapaan singkat, lalu melanjutkan dengan konten vulgar atau permintaan video call. Karena dikirim malam hari dan menggunakan nomor luar daerah, korban mengaku panik, menghapus chat, dan tidak segera bercerita ke orang tua karena takut dimarahi.


Menanggapi laporan tersebut, redaksi mengimbau para orang tua — khususnya yang memiliki anak perempuan remaja — untuk tidak menunggu sampai muncul trauma baru memeriksa ponsel anak. Deteksi dini jauh lebih penting daripada penyesalan belakangan.

Himbauan untuk orang tua • Buka ruang bicara, bukan sekadar sidak. Ajak anak mengecek bersama daftar chat yang mencurigakan, jelaskan bahwa pelaku asusila sering memanfaatkan rasa malu korban. • Aktifkan kontrol dasar WhatsApp: privasi foto profil ke "kontak saya", matikan auto-download media, serta blokir dan laporkan nomor tak dikenal. • Simpan bukti sebelum menghapus. Screenshot chat, simpan nomor pengirim, dan catat waktu kejadian. Bukti digital penting bila diperlukan pelaporan. • Pantau perubahan perilaku: menarik diri, takut membuka HP, gangguan tidur, atau penurunan prestasi bisa menjadi sinyal awal. 

Tujuannya bukan mengawasi secara berlebihan, melainkan memastikan anak tidak menghadapi tekanan sendirian saat menerima kiriman asusila.

Konteks nasional: kejahatan siber anak meningkat

Fenomena ini sejalan dengan data pengawasan nasional. Sepanjang 2024, KPAI mencatat 265 kasus kekerasan seksual terhadap anak, dan 41 kasus anak korban pornografi serta kejahatan dunia maya. KPAI menyebut penyebab utamanya adalah kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan rendahnya literasi digital pada anak-anak dan orang tua, yang berakibat lemahnya pengawasan penggunaan media sosial.  

Jika terjadi, lapor segera

Kementerian PPPA menyediakan layanan SAPA 129 untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporan bisa dikirim via WhatsApp ke nomor 08-111-129-129 atau telepon 129. Layanan ini menangani peristiwa kekerasan fisik, mental, seksual, atau bentuk kekerasan lain yang dialami perempuan atau anak-anak.  


Redaksi satudetik.asia membuka kanal pengaduan bagi warga Kabupaten Semarang yang mengalami hal serupa. Identitas pelapor dijaga, dan pendampingan awal akan diarahkan ke UPTD PPA setempat bila diperlukan. (Dony W) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan