Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yaitu hari untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini.

detikNews jakarta
Selasa, 21 April 2026
Last Updated 2026-04-21T03:12:06Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?
                (Dwinda Vianna Danastri)(foto :sawijan wmc) 

Setiap Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yaitu hari untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini.
Anak-anak sekolah memakai pakaian adat pada hari itu karena beberapa alasan:

1. Menghormati perjuangan Kartini
Kartini dikenal memperjuangkan hak perempuan, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan merayakan hari ini, sekolah ingin menanamkan nilai perjuangan dan kesetaraan sejak dini.
2. Mengenalkan budaya Indonesia
Indonesia punya banyak sekali pakaian adat dari berbagai daerah. Memakai pakaian adat jadi cara menyenangkan untuk mengenalkan keberagaman budaya ke anak-anak.
3. Menumbuhkan rasa nasionalisme
Kegiatan ini membantu siswa merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia, sekaligus menghargai tradisi dan warisan leluhur.
4. Membuat perayaan lebih meriah dan edukatif
Biasanya tidak hanya memakai baju adat, tapi juga ada lomba, pawai, atau pertunjukan yang membuat suasana sekolah lebih hidup.
Singkatnya, bukan sekadar “pakai kostum”, tapi ada makna pendidikan, budaya, dan sejarah di baliknya.

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena itu adalah hari kelahiran Raden Ajeng Kartini (1879).
Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Ia memperjuangkan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan berpikir di masa ketika perempuan masih sangat dibatasi.
Pemikirannya banyak dituangkan dalam surat-surat yang kemudian dibukukan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, yang menginspirasi perjuangan kesetaraan hingga sekarang.
Hari Kartini sendiri resmi ditetapkan sebagai hari nasional oleh pemerintah Indonesia melalui keputusan Presiden Soekarno pada tahun 1964, untuk mengenang jasa dan semangat perjuangan Kartini.
Singkatnya, 21 April diperingati untuk menghormati perjuangan Kartini dalam membuka jalan bagi perempuan Indonesia agar bisa maju, berpendidikan, dan setara.

Raden Ajeng Kartini berasal dari daerah Jepara, sebuah kota pesisir di Jawa Tengah yang pada masa itu dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya Jawa.

Asal-usul dan keluarga
Kartini lahir pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan (priyayi) Jawa.

Ayah: Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat
Seorang Bupati Jepara yang berpendidikan dan berpikiran cukup maju pada zamannya.
Ibu kandung: M.A. Ngasirah
Bukan dari kalangan bangsawan tinggi, melainkan putri seorang guru agama.

Karena status sosial pada masa itu, ayah Kartini juga memiliki istri lain (poligami), sehingga Kartini memiliki ibu tiri:

Ibu tiri: R.A. Woerjan (Moerjam)
Berasal dari keluarga bangsawan yang lebih tinggi derajatnya.
Silsilah singkat
Kartini berasal dari garis keturunan bangsawan Jawa yang memiliki hubungan dengan elite pemerintahan lokal (bupati). 

Secara garis besar:
Kakek dari pihak ayah: bangsawan Jawa yang juga pernah menjabat sebagai pejabat daerah
Ayah: Bupati Jepara
Kartini: putri bangsawan (Raden Ajeng), gelar untuk perempuan bangsawan yang belum menikah
Latar belakang yang membentuk pemikirannya
Meski berasal dari keluarga ningrat, Kartini melihat langsung keterbatasan perempuan pada masa itu—seperti aturan pingitan dan larangan sekolah tinggi. 

Dari situ lahir pemikiran emansipasi perempuan yang kemudian dikenal lewat kumpulan suratnya, Habis Gelap Terbitlah Terang.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan