![]() |
| Susilo H P |
*SEMARANG* – Aktivis 95 sekaligus Ketum LSM RPK-RI, Susilo H. Prasetiyo, berharap muncul kepengurusan baru dan wajah baru di tubuh Forum Komunikasi Semarang Bersatu (FKSB) agar lebih modern, universal, dan mampu menampung aspirasi semua golongan.
Susilo menilai saat ini FKSB mengalami eksklusivitas yang menghambat kerja sama sosial, memicu konflik internal, dan mengutamakan ego kelompok dibanding kepentingan publik. “Pola pikir fokus sempit ini membuat FKSB tidak mampu mengayomi anggota secara universal,” kata Susilo, Rabu 16/4/2026.
Kritik tajam dilayangkan terkait suksesi pemilihan Ketua FKSB. Muncul isu syarat pemilih, pengurus, dan calon ketua wajib dari internal FKSB. Aturan itu dinilai menutup peluang generasi muda potensial dari ormas lain yang sudah terdaftar di Kesbangpol Kota Semarang.
“Ini sikap otoriter. Pengambilan keputusan sepihak tanpa partisipasi anggota dan Pemkot sebagai pembina,” tegas Susilo. Ia meminta Walikota Semarang dan Kepala Kesbangpol menegur pengurus FKSB atas isu tersebut.
Susilo mengingatkan peran FKSB dan FORSOS sebagai mitra kerja Pemkot sangat penting. Mengacu Perpu No. 2/2017 tentang Ormas, fungsi ormas adalah edukator, agregator, katalisator, dan kontrol sosial. “FKSB wajib menjadi penguatan kebangsaan, bukan malah mandul. Laporkan keberadaan ormas ke Bakesbangpol dan dukung program pemerintah,” ujarnya.
Sebagai salah satu pendiri FORSOS, Susilo meminta seluruh jajaran FKSB menumbuhkan toleransi dan multikulturalisme: co-existence, awareness, mutual learning, understanding, respect, hingga value and celebration. Ia berharap pengurus FKSB legowo menerima calon pengurus baru, baik dari internal maupun eksternal, demi perubahan visi-misi FKSB sebagai wadah ormas se-Kota Semarang.
“Jangan lagi eksklusif dan menonjolkan perbedaan. Saatnya membina perdamaian, keharmonisan, dan kerukunan,” tutup Susilo.(Red)
.png)

