Pematangsiantar, 1detik.asia-
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematang Siantar, tengah merancang penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), langkah ini, dinilai sebagai terobosan strategis dalam memetakan kualitas, pendidikan di daerah, tersebut.
Namun rencana tersebut mendapat sorotan kritis dari berbagai pihak, agar implementasinya tetap sejalan dengan prinsip, keadilan sosial.
Ketua Pemuda Peduli Pendidikan (Pedadudik), Dr. Bismar Sibuea, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Disdik.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tujuan akhir TKA, harus didefinisikan secara jelas agar tidak menimbulkan kebingungan, di tingkat sekolah mau pun, orang tua murid.
Menurutnya, Disdik perlu memberikan penjelasan mendalam terkait urgensi TKA.
Apakah tes ini, akan dijadikan standar kelulusan, alat pemeringkatan (ranking), atau sekadar instrumen pemetaan untuk perencanaan, pendidikan ke depan.
Jika TKA diarahkan sebagai standar kelulusan atau pemeringkatan, maka pemerintah harus mempertimbangkan sejumlah aspek krusial.
Kita bicara soal keadilan penilaian (fairness assessment),, ketimpangan literasi digital, hingga kesenjangan infrastruktur antar sekolah yang masih nyata di lapangan, ujarnya kepada Mediaonlune, Kamis 23/4/2026.
Ia menambahkan, jika tujuan utamanya untuk mengukur kemampuan siswa, maka validitas dan reliabilitas instrumen tes harus dijamin secara ilmiah.
Aspek pengukuran pendidikannya harus jelas, apa yang ingin diukur, apa indikator keberhasilannya, dan bagaimana alat ukurnya, semua ini harus transparan agar tidak menjadi beban baru, bagi siswa dan guru, katanya.
Dr. Bismar, mengingatkan bahwa esensi pendidikan adalah inklusivitas, yang menjangkau seluruh kalangan tanpa, memandang kondisi sekolah.
Ia khawatir, kebijakan ini justru menciptakan kesenjangan baru, di mana sekolah dengan fasilitas memadai akan lebih unggul, dibandingkan sekolah, dengan keterbatasan.
Jangan sampai kebijakan ini, hanya bisa diterapkan di sekolah tertentu, sementara sekolah lain yang memiliki keterbatasan justru semakin tertinggal, tegasnya.
Ia pun mengajak Disdik Pematang Siantar, untuk mengedepankan asas keadilan sosial dalam setiap kebijakan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kebijakan harus diukur dari sejauh mana manfaatnya, dirasakan oleh, seluruh siswa.
Kami mendukung kemajuan pendidikan di Pematang Siantar, namun kebijakan yang baik harus memberi manfaat bagi, semua siswa tanpa terkecuali, tuturnya.
(Donny)
.png)

