Pematangsiantar, 1detik.asia-
Nasib sedih, dialami keluarga korban kebakaran di Jalan Pdt. Justin Sihombing, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar.
Tidak hanya kehilangan tempat tinggal aja, akibat si jago merah, mereka juga harus menghadapi aksi penjarahan hingga pencurian, di tengah situasi duka, (Terkenah Musibah).
Salah satu korban, Saut Purba mengungkapkan bahwa saat kebakaran terjadi, sejumlah orang yang datang ke lokasi tersebut, diduga tidak sepenuhnya berniat membantu.
Di tengah kepanikan, justru ada pihak yang ingin memanfaatkan, situasi dengan mengambil barang berharga miliknya, termasuk barang dagangan seperti beras, yang baru saja dibeli.
Ada emas berupa kalung dan cincin serta uang lebih dari Rp20 juta dijarah juga, uang dan emas itu kami simpan di dalam ember.
Bekas embernya pun tidak ada lagi, walau pun terbakar, tidak mungkin emasnya hilang begitu saja, pasti masih ada di tempat kami menyimpannya.
Total kerugian ratusan juta, ujarnya dengan nada sedih,
Kamis 9/4/2026.
INFO :
Baca.
PT STTC, Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran, di Pematang Siantar.
Menurut Saut, kondisi saat kebakaran berlangsung sangat kacau sekali, Banyaknya orang yang datang membuat sulit membedakan antara warga yang tulus membantu, dan mereka yang justru mengambil keuntungan.
Berbeda dengan tetangganya, barang berharga miliknya, tidak ditemukan kembali setelah api padam.
Kami seperti orang linglung (bingung), kami pikir banyaknya yang datang untuk membantu, ternyata ada juga, ingin yang mengambil untuk dirinya sendiri.
Sementara sisa barang, yang bisa kami manfaatkan hampir tidak ada lagi tersisia, katanya.
Belum usai trauma akibat kebakaran, dua hari setelah kejadian, keluarga ini, kembali menjadi korban pencurian.
Peristiwa tersebut terjadi pada 29 Maret 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, saat Saut bersama istrinya, Seriana Sinurat, dan anak mereka sedang tertidur di tenda bantuan tersebut, dari pemerintah.
INFO :
Baca.
PLN ULP Siantar :
Korsleting Listrik, Jadi Pemicu Utama Kebakaran Rumah, kami sedang tidur, saya, istri, dan anak, ucapnya.
Dalam aksi tersebut, pelaku berhasil membawa kabur tiga unit ponsel, sejumlah uang, serta dua tas milik korban, Saut menduga pelaku telah mengamati kondisi mereka, sebelum melancarkan aksinya.
Sampai pukul 02.00 WIB kami masih berbincang- bincang, saat sudah tertidur, pencuri datang, sudah pasti kami dipantau, sehingga pelaku langsung tahu, posisi ponsel dan sisa uang yang kami simpan dimana, katanya.
Kini, keluarga korban hanya bisa berharap adanya perhatian dari pemerintah, serta bantuan masyarakat untuk membangun kembali rumah mereka, yang telah hangus, kondisi bangunan yang tersisa pun dinilai sudah, tidak layak huni, semua tembok tidak bisa lagi dipertahankan, karena sudah retak, harus membangun dari awal, ucapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka kini mengandalkan usaha kecil, yang dijalankan seadanya, meski hasilnya belum mencukupi.
Untuk menyambung hidup, kami hanya mengandalkan jualan yang ada, itu pun laku sedikit demi sedikit, pungkasnya.
Kiranya Pihak Pemko Pematang Siantar, bisa segera, membantu, dengan permintaan pihak korban yang terkenah musibah kebakaran, tersebut, kiranya dibangun rumah tempat tinggal mereka, ucap saya dari Awak Mediaonline Siantarsimalungun.
(Donny)

.png)

