Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Harga Cabai Anjlok Usai Lebaran 2026, Petani, Kabupaten Simalungun, Terancam Rugi dan Gagal Balik Modal

Cahya Wulandari
Selasa, 21 April 2026
Last Updated 2026-04-21T14:39:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

Simalungun,1detik.asia-

Harga cabai merah di tingkat petani di Nagori Sigodang, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, terus mengalami penurunan tajam, pasca ramadan hingga usai Hari Raya, Idulfitri 2026. 


Kondisi ini, membuat para petani, terancam gagal meraih keuntungan, bahkan kesulitan menutup biaya produksi.


Salah seorang petani muda, Nomenri Sumbayak, mengaku, telah lima kalinya memanen cabai dari masa tanam terakhirnya, namun sepanjang periode panen tersebut, harga jual tidak pernah mencapai titik, yang diharapkan.


Paling tinggi Rp13 ribu per kilogram, sekarang malah turun jadi Rp12 ribu. Ini sudah panen kelima kalinya, ujar Nomenri, Jumat  17/4/2026.


Ia menjelaskan, tren penurunan harga cabe, mulai terasa sejak memasuki bulan puasa dan terus berlanjut hingga saat ini, padahal, pada momen tersebut, biasanya petani berharap harga komoditas hortikultura meningkat.


Dengan luas lahan sekitar tiga rante dan jumlah tanaman mencapai 3.000 batang, yang ditanam sejak November 2025, ia mengaku telah menggelontorkan modal, yang tidak sedikit lagi.


Menurut pria yang akrab dikenal dengan nama Komeng ini, kondisi tersebut sangat memberatkan, mengingat biaya produksi cabai tergolong tinggi, mulai dari pembelian bibit, pupuk, hingga perawatan intensif, selama masa tanam.


Modalnya sangat besar, apalagi untuk perawatan lagi, penyemprotannya itu harus rutin, katanya.


Keluhan serupa juga disampaikan petani lainnya bermarga Saragih, ia menilai harga cabai saat ini, jauh dari kata layak, dan tidak sebanding dengan biaya operasional, yang terus meningkat.


Kalau harga segini terus, jangankan untung, balik modal saja susah. Pupuk dan obat-obatan sekarang mahal, ujarnya.


Menurutnya, kondisi ini, menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap petani, khususnya dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. 


Ia berharap sekali, pemerintah dapat hadir melalui kebijakan konkret, baik dalam pengendalian harga mau pun, penguatan jalur distribusi.


Fenomena anjloknya harga cabai ini, kembali menegaskan persoalan klasik sektor pertanian hortikultura, yakni fluktuasi harga yang tidak terkendali saat panen raya. 


Tanpa intervensi yang tepat, kondisi ini dikhawatirkan akan menurunkan minat petani, untuk kembali menanam cabai, pada musim berikutnya.


Jika hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin akan berdampak pada pasokan cabai di pasaran, yang pada akhirnya, justru memicu lonjakan harga di tingkat konsumen.


(Donny)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan