Sukabumi – 1detik.asia
Upaya meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan aparatur pengelola keuangan memiliki kemampuan teknis, integritas, serta profesionalisme yang sesuai dengan standar nasional.
Pengelolaan keuangan daerah merupakan amanah publik yang menuntut ketepatan, transparansi, dan akuntabilitas tinggi. Oleh karena itu, sertifikasi kompetensi dipandang sebagai instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
Sebanyak 43 peserta Angkatan II mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan pada 12–13 Februari 2026 di BKPSDM Kabupaten Sukabumi. Proses asesmen dilakukan secara objektif melalui metode Computer Assisted Test (CAT) serta wawancara langsung dengan asesor yang telah tersertifikasi dan berpengalaman di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa Barat, BKPSDM Kabupaten Sukabumi, dan LSP PDN Kementerian Dalam Negeri. Sinergi lintas lembaga tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mencetak pengelola keuangan daerah yang profesional, berintegritas, dan akuntabel.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi ini tidak hanya bersifat formalitas, tetapi menjadi bagian dari sistem pengembangan karier aparatur.
“Pengelolaan keuangan daerah tidak bisa dilakukan sembarangan. Aparatur harus memiliki kompetensi yang teruji, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional. Melalui sertifikasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap pengelola keuangan daerah benar-benar siap menjalankan tugasnya secara akuntabel,” ujarnya.
Ganjar menambahkan, sertifikasi ini juga sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Aparatur yang kompeten di bidang keuangan diyakini akan berdampak langsung pada efektivitas penggunaan anggaran serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Kami berharap para peserta yang lulus sertifikasi dapat menjadi motor penggerak dalam memperbaiki tata kelola keuangan di unit kerja masing-masing. Ke depan, kegiatan serupa akan terus didorong agar semakin banyak aparatur yang tersertifikasi,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis kualitas pengelolaan keuangan daerah akan semakin meningkat, seiring dengan tuntutan transparansi dan akuntabilitas publik yang semakin tinggi. Sertifikasi kompetensi ini diharapkan mampu melahirkan aparatur pengelola keuangan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap pengambilan keputusan.
.png)

