Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Rakyat Murka! Jalan Sekayu–Lubuklinggau Hancur, Ormas dan Lembaga Gelar Aksi

Bayumi
Rabu, 04 Februari 2026
Last Updated 2026-02-04T13:12:13Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

MUBA, MA- Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bersama sejumlah organisasi dan lembaga, yakni GEMPITA, DPD LAN, Cakar Sriwijaya, dan GERAM, menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar ban bekas di ruas Jalan Sekayu–Lubuklinggau, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Babat Toman, Rabu (04/02/26).


Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras atas kondisi jalan yang rusak parah dan dinilai telah lama dibiarkan tanpa perbaikan serius. Massa aksi membakar ban bekas sebagai simbol kemarahan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap abai terhadap keselamatan dan kepentingan rakyat.


Dalam orasinya, Ahmad Jahri SH menegaskan bahwa Jalan Sekayu–Lubuklinggau merupakan jalur vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Namun ironisnya, kondisi jalan justru penuh lubang, bergelombang, dan sangat membahayakan pengguna jalan.


"Hari atas nama masyarakat Muba kami turun ke lokasi, meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera perbaiki jalan yang rusak, kami berharap agar salam satu minggu ini sudah ada tindakan yang signifikan jika tidak kami akan turun dengan massa yang lebih banyak lagi," ujar Jahri.



Sementara itu di tengah kepulan asap ban terbakar, ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba menyebutkan bahwa kerusakan jalan tersebut telah berlangsung berbulan-bulan dan hanya ditangani dengan metode tambal sulam yang dinilai tidak efektif. Menurut mereka, janji perbaikan dari pemerintah daerah hingga kini tidak pernah terealisasi secara nyata.


“Masyarakat sudah bosan dengan janji. Kami tidak butuh wacana, kami butuh tindakan. Jangan tunggu korban jiwa bertambah baru bergerak,” ujar Mauzan. 


Dalam tuntutannya, massa aksi meminta:

Perbaikan total Jalan Sekayu–Lubuklinggau secara permanen dan berkualitas.

Penghentian perbaikan tambal sulam yang dinilai hanya menghamburkan anggaran.

Keterbukaan informasi anggaran dan jadwal perbaikan kepada publik.


Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan dalam kondisi aman serta terkendali. Massa menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan awal. Jika tuntutan mereka kembali diabaikan, maka gelombang aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar akan kembali digelar.


“Ini bukan ancaman, ini peringatan. Jalan rusak adalah bukti kegagalan pemerintah melayani rakyat,” tutup Mauzan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan