Www.satudetik.asia | Makassar,
Tabir gelap distribusi BBM bersubsidi di Kota Makassar kembali terkuak. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke SPBU di Jalan Poros Perintis Kemerdekaan (depan PT Coca Cola) yang diduga kuat telah berubah menjadi “sarang” bagi para pelansir solar subsidi untuk merampok hak rakyat kecil.
Operasi Senyap “Tikus Gudang” Dini Hari
Ketua Investigasi Sulsel LMR RI, Husaen, membongkar praktik kotor yang dilakukan secara rapi namun kasat mata.
Hasil investigasi di lapangan mengungkap adanya aktivitas mencurigakan sebuah mobil boks milik perusahaan toko kelontong modern yang kerap “berpesta” solar saat warga sedang terlelap.
Pantauan tim kami, mobil boks dan Truk ini masuk dengan posisi melawan arahsebuah manuver yang tidak wajar mereka beraksi sekitar pukul 02.00 WITA, saat pengawasan lengah,” tegas Husaen.Jumat 06/02/2026
Modus Deposit : Rakyat Diberi Sisa, Mafia Dapat Kuota
Husaen menuding ada kongkalikong busuk antara oknum pengelola SPBU dengan para pelansir. Modusnya terbilang licin: para pemain besar diduga melakukan transaksi deposit atau sistem “booking” kuota terlebih dahulu.
Akibatnya, masyarakat umum yang mengantre di siang hari harus gigit jari karena stok solar sering dinyatakan habis secara misterius.
Padahal, solar tersebut diduga telah dialokasikan secara ilegal untuk pihak-pihak tertentu yang berani membayar lebih melalui jalur belakang.
Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat! Solar subsidi seolah-olah habis untuk warga, tapi nyatanya mengalir deras ke kantong mafia lewat sistem deposit Kami menduga kuat ada praktik pelansir terstruktur di sini,” geram Husaen.
Desak Aparat Sikat Habis!
Praktik ini dinilai bukan hanya sekadar pelanggaran administrasi, melainkan tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat luas.
Husaen mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Pertamina untuk tidak menutup mata.
Kami minta segera turunkan tim! Segel SPBU yang nakal dan tangkap aktor intelektual di balik distribusi gelap ini. Jangan biarkan hak rakyat disedot oleh oknum tak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi,” pungkasnya.
(Tim)
.png)

