Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RIApresiasi Kinerja Bulog Kanwil Sumsel Babel

Redaksi
Selasa, 24 Februari 2026
Last Updated 2026-02-24T08:54:23Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


 Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Apresiasi Kinerja Bulog Kanwil Sumsel Babel

Palembang –1detik.asia 


Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Kompleks Pergudangan Sukamaju, Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, guna meninjau langsung kondisi stok serta sistem pengelolaan cadangan beras pemerintah.


Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau fasilitas penyimpanan dan memastikan kualitas beras yang tersimpan tetap terjaga dengan baik. Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan bahwa terdapat beras produksi bulan Maret tahun sebelumnya yang masih tersimpan di gudang. Meski usianya telah mendekati satu tahun, kondisi beras dinilai tetap dalam keadaan baik dan layak.


Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Bulog Kanwil Sumsel-Babel yang dinilai telaten dalam merawat dan menjaga kualitas beras di gudang. Namun demikian, hal ini juga menjadi catatan penting agar stok yang mendekati usia satu tahun segera didistribusikan.


Menurut anggota dewan, penyimpanan beras dalam waktu terlalu lama bukanlah langkah ideal. Oleh karena itu, diperlukan strategi percepatan penyaluran agar stok lama dapat segera keluar, terlebih pada tahun ini Bulog juga mendapat penugasan untuk menyerap hasil panen beras dan jagung.


Jika distribusi tidak segera dioptimalkan, dikhawatirkan kapasitas gudang akan penuh sehingga menyulitkan penyerapan hasil panen baru. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat produksi pangan di Sumatera Selatan terus menunjukkan peningkatan.

Kabupaten Banyuasin bahkan disebut mampu mencatatkan produksi hingga sekitar 2 juta ton, capaian yang dinilai sangat luar biasa dan patut diapresiasi.


Di sisi lain, Komisi IV DPR RI juga menyoroti tantangan ekspor beras nasional. Biaya produksi dalam negeri dinilai masih relatif tinggi dibandingkan negara pesaing seperti China, Thailand, Vietnam, dan India, sehingga daya saing di pasar internasional masih perlu diperkuat.


Sebagai langkah awal membuka peluang pasar luar negeri, disampaikan gagasan pemanfaatan kebutuhan konsumsi beras bagi jamaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah selama hampir satu hingga 40 hari. Dengan jumlah jamaah yang besar, hal ini dinilai dapat menjadi potensi pasar strategis bagi beras nasional.


Kunjungan kerja reses ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan, khususnya dalam menjaga keseimbangan stok, kelancaran distribusi, serta penguatan daya saing beras Indonesia di pasar global.


Pewarta : ( Agung) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan