Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Kiamat Keadilan di Pomalaa: Keranda Mayat Membara, Mitra Siap Blokade Total PT SLG!*

Kaperwil Sumsel Rizki Singgih
Jumat, 13 Februari 2026
Last Updated 2026-02-13T02:08:43Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?





Www.satudetik.asia | Kolaka, Sultra,

12/02/2026 . Tanah Pomalaa membara. Bukan karena aktivitas tambang yang produktif, melainkan oleh amarah puluhan mitra penambang yang merasa dikhianati. Simbol matinya nurani manajemen PT. Suria Lintas Gemilang (SLG) ditandai dengan aksi pembakaran keranda mayat di depan kantor perusahaan, sebuah pesan sarkastik bahwa keadilan telah dicabut dari akar bumi Kolaka.


​Aksi massa yang dipimpin Haeruddin (Dudy) dan Rahmat (Awal) ini bukan sekadar gertakan. Ini adalah puncak gunung es dari kebijakan "cekik leher" yang diberlakukan perusahaan terhadap putra daerah dan pengusaha lokal.


Monopoli Berkedok Kebijakan: Dikandang Paksa Para mitra menuding PT SLG telah bertindak otoriter dengan menerapkan praktik Dikandang Paksa.Para penambang kini tidak lebih dari sapi perahan yang dipaksa menyerahkan hasil keringatnya sendiri demi selembar Shipping Instruction (SI).


​Ini bukan lagi urusan bisnis, ini perampokan gaya baru! Kami dipaksa melakukan tukar guling nikel ore hanya untuk bisa mengirim barang. Hak kemandirian kami dirampas! tegas salah satu koordinator aksi di lapangan.


​Royalti 'Gila' $15/MT: Pemerasan Terang-terangan? Ketegangan memuncak dipicu oleh kenaikan royalti sepihak yang dianggap tidak masuk akal. Dari kesepakatan awal di angka $7 - $8/MT, PT SLG secara ugal-ugalan mendongkrak tarif hingga $15/MT untuk semua kadar nikel.

​Awalnya $7, naik ke $13, sekarang dipatok paksa $15. Ini pemerasan yang membunuh urat nadi ekonomi rakyat Kolaka!


​Upaya mediasi yang sempat dilakukan di Jakarta pun berakhir buntu. Alih-alih mendapatkan solusi, para mitra justru pulang membawa kebijakan yang semakin mencekik leher.


​Deadline Kamis Depan: Turunkan atau Lumpuh! Menanggapi gejolak ini, Arya selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) menyatakan akan membawa aspirasi ini langsung kepada Direktur Utama SLG, Jonny (Ahong). Namun, para mitra telah menetapkan garis merah.


​Tuntutan Utama Mitra:


1.​Batalkan kenaikan royalti $15/MT; kembalikan ke kesepakatan awal yang adil.


2.​Hentikan syarat "tukar guling" ore untuk penerbitan SI.

3.​Audit Transparansi manajemen PT SLG dalam bermitra dengan putra daerah.


​Pernyataan Sikap: Lawan!

Jika hingga Kamis depan tidak ada keputusan yang memihak rakyat, para mitra telah bersepakat untuk mengambil langkah ekstrem.

​Tidak akan ada pengiriman, tidak akan ada pengapalan! Kami akan memblokade seluruh nikel ore di dalam IUP PT SLG hingga keadilan ditegakkan. Kami adalah tuan di tanah sendiri, dan kami tidak akan membiarkan kekayaan alam kami dirampas oleh mereka yang hanya duduk manis di balik meja!


 (TIM Media)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan