Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Diduga Rumah di Atas Tanah PU Dijadikan Peredaran Obat Golongan G di Sukatani Permai APH Seolah Tutup Mata

Tubi
Jumat, 02 Januari 2026
Last Updated 2026-01-02T12:24:00Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?



TANGERANG — Warga Perumahan Sukatani Permai, RT 004 RW 004, Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, resah. Sebuah rumah yang berdiri di atas lahan milik fasilitas umum (PU) diduga kuat dijadikan tempat peredaran obat keras golongan G, seperti Tramadol dan Hexymer (Ximer). lokasi rumah yang diduga menjadi tempat peredaran tersebut disebut tidak jauh dari kediaman salah satu pejabat kecamatan Rajeg.


Informasi ini mencuat dari keterangan sejumlah warga sekitar yang enggan disebutkan identitas lengkapnya demi keamanan. AN  salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa aktivitas mencurigakan di rumah tersebut sudah berlangsung cukup lama.


“Sering keluar-masuk orang, kebanyakan anak muda. Jamnya juga tidak wajar. Kami curiga karena rumah itu berdiri di atas tanah PU, tapi malah dipakai untuk kegiatan yang meresahkan,” ujar AN kepada media.


Hal senada disampaikan Az, warga lainnya. Ia menyebut peredaran obat keras tersebut diduga berlangsung bebas tanpa rasa takut terhadap aparat penegak hukum.


“Kalau benar itu Tramadol dan Ximer, jelas berbahaya. Apalagi ini lingkungan perumahan. Kami khawatir anak-anak dan remaja jadi sasaran.


“Ironisnya, lokasi ini tidak jauh dari rumah camat / Oman apriaman. Tapi aktivitasnya seperti dibiarkan. Kami jadi bertanya-tanya, kok bisa lama tidak tersentuh,” ujar AN kepada media.


Warga menilai penggunaan lahan fasilitas umum untuk aktivitas ilegal merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa dibiarkan. Mereka mendesak pemerintah kecamatan, desa, Satpol PP, kepolisian, hingga BNN untuk segera turun tangan melakukan pengecekan dan penindakan tegas.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa Sukatani maupun aparat kepolisian setempat terkait dugaan tersebut. Warga berharap aparat tidak menutup mata dan segera mengambil langkah hukum demi menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan.


(Redaksi)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan