Pematangsiantar, 1detik.asia-
kondisi jalan Patuan Nagari, kecamatan Siantar Utara, Pematang Siantar, Sumatera Utara, kian hari semakin memprihatinkan, akibat macet berkepanjangan yang seakan tidak memiliki solusi lagi, untuk diatasitasi Pemkot Siantar tersebut.
Jalan Patuan Nagari, yang juga merupakan lokasi luar Pasar Dwikora Parluasan saat ini, dipenuhi oleh pedagang Kaki Lima (PKL), yang terkesan mengabaikan hak pengguna, jalan raya tersebut.
Lebih dari setengah ukuran lebar jalan raya tersebut saat ini, digunakan oleh para PKL, yang menjajakan barang dagangannya di bahu jalan, tersebut.
Kondisi tersebut memberatkan para pengguna jalan, namun para petugas yang memiliki wewenang untuk mengembalikan fungsi jalan raya, tersebut ke semestinya seakan tidak memiliki daya tak mampu, dan hanya pasrah melihat kesembrawutan kondisi jalan itu.
Teranyar, terendus informasi yang mengatakan bahwa keberanian para Pedagang Kaki Lima tersebut, menjajakan barang dagangannya, di badan jalan dikarenakan mereka telah menyewa, atau membeli lahan tersebut, dari oknum tertentu.
Abang lihat saja kondisi itu, mereka (PKL) sudah jualan di badan jalan, kendaraan sepeda motor mereka pun, di parkir di dekat barang dagangannya, apa gak makin macet jalan tersebut, kata seorang Ibu yang berdomisili di jalan Patuan Nagari, Rabu 5/8/2026.
Lahan tersebut, dibadan jalan yang mereka tempati itu, rata rata disewa, atau ada juga yang sudah dibeli dari oknum tertentu, seperti pedagang yang didepan rumah kami itu lah, sambil menyebutkan jenis dagangannya, lahannya itu dibeli senilai 50 juta rupiah, abang bayangkanlah, apa gak rusak kali kota siantar kita ini, jalan raya saja diperjual belikan, tambahnya.
Salah seorang petugas dinas perhubungan Kota Pematang Siantar, yang setiap harinya bertugas di lokasi tersebut, membenarkan kesembrawutan, kondisi jalan patuan nagari tersebut.
Itu memang tidak kami pungkiri Pak Media, tapi kalau hanya kaminya tidak memiliki kemampuan untuk menertibkan itu, bilang Oknum dinas perhubungan itu, Rabu 5/8/2026.
Dirinya juga tidak memungkiri adanya, jual beli mau pun sewa menyewa, dilahan atas badan jalan tersebut, yang digunakan para PKL.
Soal itu, memang sudah lama terdengar, namun kami tidak tau dari siapa mereka dapatkan itu, makanya para pedagang itu, berani parkirkan kendaraannya dekat barang dagangannya, meski sudah beberapa kali di tegur, pungkasnya.
Warga Kota Pematang Siantar, dan para penduduk jalan Patuan Nagari, khususnya sangat berharap agar para Pedagang Kaki Lima tersebut segera dipindahkan ke kompleks, pasar Dwikora Parluasan.
Bolmen Silalahi selaku Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) Pematang Siantar, ketika dicoba dikonfirmasi oleh media online/cetak, hingga saat ini belum ada jawaban, dan memberikan komentar.
(Donny)
.png)

