Sukabumi – 1detik.asia
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat upaya membangun ketahanan pangan masyarakat melalui inovasi edukatif bertajuk LENTERA PANGAN (Literasi Ketahanan dan Edukasi Pangan). Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang sehat, aman, beragam, bergizi, seimbang, dan berkelanjutan.
Mengusung slogan "Cerdas Pangan, Generasi Berkualitas", inovasi tersebut tidak hanya mengedepankan edukasi, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak guna mewujudkan ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, menegaskan bahwa tantangan ketahanan pangan saat ini bukan hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan yang baik dalam memilih, mengelola, hingga memanfaatkan pangan secara bijaksana.
"Ketahanan pangan harus dimulai dari keluarga. Melalui inovasi LENTERA PANGAN, kami ingin membangun budaya masyarakat yang sadar pangan, mencintai produk lokal, mengonsumsi pangan yang aman, serta tidak melakukan pemborosan makanan," ujarnya.
Program LENTERA PANGAN dibangun di atas empat pilar utama, yaitu:
1. Diversifikasi dan Pangan Lokal
Masyarakat diajak mengenali, mencintai, dan mengonsumsi pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat selain beras. Ubi, singkong, jagung, talas, hingga berbagai komoditas lokal dinilai mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM.
Melalui gerakan ini, DKP juga mengampanyekan bahwa "Kenyang Tidak Harus Nasi", sehingga pola konsumsi masyarakat menjadi lebih beragam dan bergizi.
2. Keamanan Pangan
Pilar kedua menitikberatkan pada pentingnya pangan yang bersih, aman, dan layak dikonsumsi. Masyarakat diberikan edukasi mengenai bahaya cemaran fisik, kimia, maupun biologis yang dapat membahayakan kesehatan.
DKP mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih bahan pangan, memperhatikan kebersihan saat mengolah makanan, serta menghindari penggunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan residu pestisida yang berlebihan.
3. Stop Boros Pangan
Inovasi ini juga mengajak masyarakat mengurangi pemborosan makanan melalui gerakan Stop Boros Pangan.
Beberapa langkah sederhana yang dikampanyekan antara lain merencanakan belanja sesuai kebutuhan, membeli secukupnya, menyimpan bahan makanan dengan benar, memasak sesuai porsi, hingga memanfaatkan sisa makanan menjadi hidangan baru yang masih layak konsumsi.
Gerakan tersebut diharapkan mampu mengurangi limbah makanan sekaligus meningkatkan efisiensi pengeluaran rumah tangga.
4. Pemanfaatan Pekarangan
DKP Kabupaten Sukabumi juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.
Pekarangan dapat ditanami sayuran, tanaman rempah, buah-buahan, hingga dikembangkan untuk budidaya unggas maupun sistem hidroponik sederhana. Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga, langkah ini juga mendukung lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Menurut dr. Gatot Sugiharto, pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu solusi nyata dalam memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
"Kami berharap setiap rumah memiliki sumber pangan mandiri. Pekarangan yang produktif akan membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar," jelasnya.
Melalui inovasi LENTERA PANGAN, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi optimistis dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi pangan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan sektor pangan berbasis keluarga, potensi lokal, dan partisipasi aktif masyarakat.
.png)

