Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Potret Kabupaten Sukabumi: Ketika Jalan Rusak Merenggut Harapan, Seorang Pemuda Meninggal Sebelum Tiba Di Puskesmas

Iki Supratman
Rabu, 08 Juli 2026
Last Updated 2026-07-08T05:52:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

 


Sukabumi – 1detik.asia

Sebuah video yang memperlihatkan warga menandu jenazah menggunakan bambu dan kain sarung di tengah gelapnya malam menjadi sorotan publik. Peristiwa memilukan yang terjadi di Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, itu kembali membuka potret nyata masih terbatasnya akses infrastruktur dan layanan kesehatan di sejumlah wilayah pelosok.


Korban diketahui bernama Dede Trisno (27). Pemuda tersebut meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas pada Senin (6/7/2026) malam. Kondisinya yang terus memburuk memaksa keluarga dan warga berupaya membawanya mencari pertolongan medis. Namun, akses jalan desa yang rusak parah membuat ambulans maupun kendaraan roda empat tidak dapat mencapai rumah korban.


Menurut keterangan tetangga korban sekaligus perekam video viral tersebut, Tumang Wijaya Kusuma, Dede telah lama menderita penyakit paru-paru. Kondisi kesehatannya terus menurun hingga tubuhnya tampak sangat kurus dan sering mengalami sakit.


"Beliau memang sudah lama sakit paru. Badannya sudah kering dan sering sakit-sakitan," ujar Tumang saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).


Saat kondisi Dede semakin kritis, keluarga segera meminta bantuan ambulans. Namun, kendaraan medis hanya mampu berhenti di ujung jalan yang telah beraspal karena akses menuju rumah korban tidak dapat dilalui.


"Iya, ambulans cuma sampai jalan mulus. Ke rumahnya tidak bisa masuk karena jalannya rusak," ungkapnya.


Dengan segala keterbatasan, warga akhirnya memutuskan membawa Dede menggunakan sepeda motor melewati jalan tanah yang rusak dan berlumpur menuju titik tempat ambulans menunggu. Harapan agar korban segera mendapatkan penanganan medis pupus di tengah perjalanan.


"Pas di tengah jalan sudah nggak kuat. Waktu dicek ternyata sudah meninggal di atas motor," tutur Tumang dengan nada sedih.


Karena nyawanya tidak lagi dapat diselamatkan, warga kemudian membuat tandu sederhana dari bambu dan kain sarung untuk membawa jenazah pulang ke rumah duka. Dalam gelapnya malam, mereka berjalan kaki melintasi jalan rusak hanya dengan penerangan lampu senter.


Rekaman video tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik keprihatinan masyarakat. Banyak pihak menilai peristiwa ini bukan sekadar musibah, melainkan gambaran nyata masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, khususnya daerah terpencil yang akses jalannya belum memadai.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan jalan desa bukan hanya soal memperlancar mobilitas dan perekonomian masyarakat, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa. Jalan yang layak merupakan akses vital agar pelayanan kesehatan, ambulans, dan bantuan darurat dapat menjangkau warga dengan cepat saat dibutuhkan.


Tragedi yang menimpa Dede Trisno kini menjadi potret duka Kabupaten Sukabumi. Di balik keindahan alam dan luasnya wilayah, masih terdapat masyarakat yang harus berjuang menghadapi keterbatasan akses dasar. Harapan pun muncul agar peristiwa serupa tidak kembali terulang melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan pemerataan layanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan