Mantan Presiden RI Joko Widodo akhirnya angkat bicara mengenai prosesi adat yang menampilkan dirinya menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat “Baginda Pemuka Bangsa” dari masyarakat Lampung. Prosesi tersebut sempat menuai berbagai tanggapan dan dikaitkan dengan sejumlah tafsir politik.
Jokowi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sepenuhnya merupakan bagian dari penghormatan adat yang diberikan oleh pihak Istana Kedatun Kerajaan Lampung.
Ia menilai tidak seharusnya setiap kegiatan budaya dikaitkan dengan kepentingan politik.
Menurut Jokowi, tradisi tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung. Ia meminta masyarakat untuk melihatnya sebagai bentuk penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
“Jangan semua hal ditarik ke ranah politik, kadang tidak ada hubungannya,” ujar Jokowi saat memberikan keterangan di Solo.
Ia juga menanggapi munculnya anggapan bahwa kepala kerbau dalam prosesi tersebut memiliki kaitan dengan simbol politik tertentu. Jokowi menegaskan bahwa makna ritual tersebut adalah bagian dari adat dan tidak berkaitan dengan simbol partai atau kepentingan politik.
Sebelumnya, pihak PSI melalui Bestari Barus juga menjelaskan bahwa Jokowi tidak mengetahui secara detail mengenai prosesi tersebut sebelum acara berlangsung. Menurutnya, Jokowi baru melihat rangkaian adat itu ketika sudah berada di lokasi acara.
Bestari menyebut Jokowi bahkan sempat memperkirakan bahwa prosesi tersebut bisa menjadi bahan perdebatan publik. Namun, ia menilai masyarakat perlu memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi budaya Lampung, bukan agenda politik.
Ia mengingatkan agar budaya dan adat daerah tidak mudah diseret ke dalam perdebatan politik karena setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda dan perlu dihormati.

.png)
