Tanjungbalai, 1detik.asia - Komite Mahasiswa Pemuda Aktivis Kota (Kompak) Tanjungbalai mendesak Satreskrim Polres Tanjungbalai segera mengungkap dalang dari kejahatan scammer di wilayah tersebut. Ketua Kompak Tanjungbalai, Ramadhan menyampaikan, sudah hampir satu bulan kasus tersebut ditangani sejak ditetapkannya 16 orang sebagai tersangka dari 35 orang yang diamankan.
“Sudah hampir satu bulan kasusnya, tapi dalangnya tidak juga terungkap. Jangan sampai masyarakat Tanjungbalai menilai pihak Satreskrim polres Tanjungbalai diduga menutupi dalangnya,” ujar Ramadhan, Jumat 12 Juni 2026.
Ramadhan mengatakan bukan hanya dalangnya saja yang belum terungkap, Kasat Reskrim juga pernah berjanji akan melakukan konferensi pers terkait kasus tersebut. Namun hingga kini tidak juga dilaksanakan.
"Kami masyarakat Tanjungbalai bertanya-tanya, ada apa dengan Polres Tanjungbalai,” ucapnya.
Ramadhan juga menyoroti tidak ditangkapnya pemilik rumah berinisial U yang merupakan oknum ASN di Pemerintah Kota Tanjungbalai. Apalagi sebelumnya disampaikan U mengetahui dan pernah mengusir penyewa rumah, namun tidak diindahkan karena dia hanya menumpang di rumah anaknya.
"Kenapa si U tidak melapor ke pihak kepolisian jika ada kegiatan kriminalitas di rumahnya. Itu jawaban yang tidak masuk akal,” ujarnya.
Sebelumnya, Satreskrim Polres Tanjungbalai menggerebek sebuah rumah di Jalan Daulay, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar kota Tanjungbalai pada hari Selasa 12 Mei 2026. Dari penggerebekan tersebut, 35 orang berhasil diamankan dan puluhan sepeda motor.
.png)

