Sukabumi – 1detik.asia
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan ekonomi, perubahan iklim, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat.
Melalui kampanye edukatif bertajuk “Ketahanan Pangan: Cukup Pangan, Kuat Bangsa, Sejahtera Bersama”, DKP Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola konsumsi pangan sehat, beragam, aman, dan tidak berlebihan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, dr. Gatot Sugiharto, menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga. Masyarakat harus mulai membiasakan konsumsi pangan lokal yang sehat, bergizi, dan beragam agar ketergantungan terhadap satu komoditas dapat dikurangi,” ujar dr. Gatot Sugiharto.
Ia menjelaskan, diversifikasi pangan menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Menurutnya, potensi pangan lokal di Kabupaten Sukabumi sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal.
“Kita memiliki banyak sumber pangan lokal seperti singkong, jagung, ubi, kacang-kacangan, sayuran, hingga hasil pertanian lainnya yang bernilai gizi tinggi. Selain menyehatkan, ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani lokal,” jelasnya.
Selain itu, dr. Gatot juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pemborosan makanan. Ia menilai budaya membuang makanan masih menjadi persoalan yang harus ditekan melalui edukasi berkelanjutan.
“Setiap butir makanan memiliki nilai dan proses panjang. Jangan membuang makanan yang masih layak konsumsi. Ambil secukupnya dan manfaatkan dengan bijak,” tegasnya.
Dalam aspek keamanan pangan, DKP Kabupaten Sukabumi juga terus mengedukasi masyarakat agar lebih memperhatikan kualitas bahan pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Mulai dari kebersihan, kandungan bahan berbahaya, hingga risiko cemaran biologis menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya pangan yang aman, sehat, dan bebas dari cemaran fisik, kimia maupun biologis. Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga kualitas konsumsi masyarakat,” tambah dr. Gatot.
DKP Kabupaten Sukabumi juga terus memperkuat berbagai program strategis seperti edukasi pangan lokal, pengawasan keamanan pangan, penguatan cadangan pangan masyarakat, hingga pemberdayaan kelompok tani untuk menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Kabupaten Sukabumi. �
.png)

