Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Security Berdiri Saat Yang Lain Berlindung

detikNews jakarta
Minggu, 14 Juni 2026
Last Updated 2026-06-13T23:47:42Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

Penulis:sawijan WMC

Tidak banyak yang benar-benar memahami bagaimana rasanya menjadi seorang security.

Sebagian orang hanya melihat seragam yang dikenakan, pos jaga yang ditempati, atau patroli yang dilakukan setiap hari. Mereka melihat seorang petugas keamanan berdiri di gerbang, mengawasi kendaraan yang keluar masuk, memeriksa identitas tamu, atau berkeliling area kerja. Sekilas, pekerjaan itu tampak sederhana. 

Namun di balik seragam yang dikenakan dengan penuh tanggung jawab, terdapat beban, pengorbanan, dan amanah yang tidak ringan.
Setiap hari, seorang security datang lebih awal daripada banyak orang. Saat sebagian orang masih menikmati waktu bersama keluarga di pagi hari, mereka sudah bersiap menjalankan tugas. 

Saat cuaca cerah, mereka tetap berjaga. Saat hujan deras mengguyur, mereka tetap berdiri di pos. Saat terik matahari menyengat kulit, mereka tetap melakukan patroli demi memastikan lingkungan tetap aman.
Mereka hadir ketika semua orang ingin merasa tenang.
Mereka berjaga ketika orang lain beristirahat.
Dan mereka tetap siaga ketika banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa ada ancaman yang sedang berhasil dicegah.

Ironisnya, keberhasilan seorang security sering kali tidak terlihat.
Ketika tidak terjadi pencurian, tidak ada yang memuji. Ketika tidak terjadi keributan, tidak ada yang bertanya bagaimana keamanan bisa tetap terjaga. Ketika seluruh aktivitas berjalan lancar dan nyaman, semua orang menganggap itu hal yang biasa.
Padahal keamanan tidak pernah hadir dengan sendirinya.

Di balik suasana yang aman terdapat kewaspadaan yang tidak pernah berhenti. Ada langkah-langkah patroli yang dilakukan berulang kali. Ada mata yang terus mengawasi setiap sudut area kerja. Ada petugas yang rela menahan kantuk saat malam hari demi memastikan orang lain dapat tidur dengan tenang.
Namun ketika satu masalah terjadi, perhatian langsung tertuju kepada security.
Ketika ada kehilangan, security yang dicari.

Ketika ada keributan, security yang dipanggil.
Ketika ada kecelakaan, security yang pertama diminta datang.
Ketika ada pelanggaran aturan, security yang sering menerima kemarahan.
Seolah-olah seluruh tanggung jawab keamanan berada di pundak mereka seorang diri.
Padahal banyak kejadian yang terjadi di luar kemampuan manusia untuk diprediksi dan dicegah sepenuhnya.
Inilah kenyataan yang sering dihadapi seorang security.

Mereka berada di garis depan ketika keadaan baik-baik saja, tetapi juga menjadi pihak pertama yang disalahkan ketika keadaan berubah menjadi buruk.

Lebih berat lagi bagi mereka yang berstatus outsourcing.
Meskipun bekerja setiap hari di lingkungan yang sama, mengenal setiap sudut lokasi, mengenal banyak karyawan, dan menjaga aset perusahaan dengan sepenuh hati, terkadang mereka masih dianggap sebagai orang luar.
Mereka menjalankan tugas untuk perusahaan.
Mereka melindungi aset perusahaan.Mereka menjaga keselamatan karyawan perusahaan,"Namun tidak jarang mereka merasa belum sepenuhnya menjadi bagian dari perusahaan itu sendiri.

"Perbedaan status kerja terkadang menciptakan jarak yang tidak terlihat. Ada yang memandang rendah pekerjaan mereka. Ada yang menganggap tugas security hanyalah menjaga gerbang. Ada pula yang lupa bahwa keamanan yang mereka nikmati setiap hari merupakan hasil dari kerja keras para petugas keamanan yang terus berjaga tanpa mengenal waktu.

Padahal seorang security juga memiliki keluarga yang menunggu di rumah.
Mereka memiliki anak yang ingin dibanggakan.
Mereka memiliki orang tua yang berharap melihat mereka pulang dengan selamat.
Mereka memiliki mimpi, harapan, dan harga diri yang sama seperti profesi lainnya.

"Ketika malam semakin larut dan banyak orang terlelap, seorang security masih berjalan menyusuri area yang gelap.
Ketika hujan turun disertai angin dingin, mereka tetap memastikan pintu, pagar, dan fasilitas berada dalam kondisi aman.

Ketika terjadi keadaan darurat, mereka tidak punya banyak waktu untuk berpikir tentang keselamatan diri sendiri karena keselamatan orang lain menjadi prioritas utama.
Mereka adalah orang yang berdiri saat yang lain berlindung.
Mereka adalah orang yang maju saat yang lain mundur.
Mereka adalah orang yang tetap tenang ketika banyak orang mulai panik.

Sayangnya, dedikasi seperti itu sering luput dari perhatian.
Padahal sebuah ucapan terima kasih, penghargaan sederhana, atau sekadar sikap menghormati dapat memberikan semangat yang luar biasa bagi seorang petugas keamanan.
Karena pada dasarnya setiap manusia ingin dihargai.
Bukan hanya karena status pekerjaannya.
Bukan hanya karena seragam yang dikenakannya.
Tetapi karena pengabdian dan tanggung jawab yang dijalankannya.

Perusahaan yang baik tidak hanya menuntut keamanan yang maksimal, tetapi juga memberikan perhatian kepada mereka yang menjaga keamanan tersebut. Pembinaan yang baik, komunikasi yang sehat, penghargaan atas kinerja, dan kepedulian terhadap kesejahteraan petugas keamanan bukanlah sebuah hadiah, melainkan bentuk penghormatan terhadap profesi yang memegang peran penting dalam kelangsungan operasional perusahaan.
Sebab keamanan bukan hanya soal pagar, kamera, atau sistem teknologi.

Keamanan adalah tentang manusia yang menjalankannya.
Dan di antara manusia-manusia itu, ada sosok yang sering berdiri diam di gerbang, mengawasi lingkungan, memastikan semuanya berjalan dengan baik tanpa banyak meminta perhatian.
Mungkin namanya jarang disebut ketika keadaan aman.
Mungkin jasanya jarang dibicarakan ketika semuanya berjalan lancar.
Namun ketika keadaan tidak baik-baik saja, semua orang tahu kepada siapa mereka akan mencari bantuan.
Yaitu security.

Karena itu, jangan pernah memandang rendah profesi ini.
Hormatilah mereka sebagaimana kita ingin dihormati.

"Hargailah mereka sebagaimana kita ingin dihargai.

Karena di balik seragam yang sederhana, ada tanggung jawab yang besar.

Di balik wajah yang tegas, ada hati yang juga ingin dihargai.
Dan di balik setiap keamanan yang kita rasakan hari ini, ada seorang security yang telah bekerja dalam diam demi menjaga keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan banyak orang.

Mereka mungkin bukan orang yang paling sering mendapat pujian, tetapi merekalah yang tetap berdiri ketika yang lain memilih berlindung.
Mereka mungkin bukan orang yang paling terlihat jasanya, tetapi tanpa mereka, rasa aman yang kita nikmati setiap hari tidak akan pernah benar-benar ada.

"Seorang security bukan sekadar penjaga gerbang atau pengawas lingkungan kerja. Di balik seragam yang dikenakan, terdapat tanggung jawab besar yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang. Mereka adalah garda terdepan yang menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan seluruh orang yang berada di lingkungan kerja.

Setiap hari, security memastikan aktivitas perusahaan, yayasan, maupun instansi dapat berjalan dengan aman dan lancar. Mereka melakukan patroli, mengawasi akses keluar-masuk orang dan kendaraan, menjaga aset, mencegah tindak kriminal, menangani konflik, hingga menjadi pihak pertama yang merespons keadaan darurat seperti kebakaran, kecelakaan, atau gangguan keamanan lainnya.

Ketika situasi berjalan normal, kehadiran security sering dianggap biasa. Namun saat terjadi masalah, mereka adalah orang pertama yang dicari dan diminta bertanggung jawab. Inilah paradoks profesi security: keberhasilan mereka jarang terlihat, tetapi satu kesalahan kecil dapat menjadi sorotan besar.

"Banyak orang beranggapan bahwa setiap insiden merupakan kegagalan security. Padahal kenyataannya tidak semua kejadian dapat diprediksi atau dicegah sepenuhnya. Security bekerja berdasarkan prosedur, kewenangan, dan batasan yang telah ditetapkan. 

"Mereka bukan pihak yang mampu mengendalikan semua risiko, tetapi mereka adalah pihak yang selalu berusaha meminimalkan risiko tersebut.
Security juga sering menjadi sasaran keluhan karena mereka berada di garis depan. Saat harus memeriksa identitas, membatasi akses, menegakkan aturan, atau menolak sesuatu yang tidak sesuai prosedur, mereka kerap dianggap tidak ramah atau menghambat. Padahal semua tindakan tersebut dilakukan demi menjaga keamanan bersama.

"Mengapa Security Outsourcing Sering Kurang Dihargai?

"Masih banyak petugas security outsourcing yang merasa keberadaannya kurang dihargai. Salah satu penyebabnya adalah status outsourcing yang membuat mereka sering dianggap bukan bagian inti dari organisasi tempat mereka bertugas.

"Selain itu, pekerjaan security sering dipandang sederhana karena yang terlihat hanyalah aktivitas berjaga. Padahal di balik itu terdapat tanggung jawab besar terhadap keselamatan manusia, perlindungan aset, penegakan aturan, serta penanganan berbagai situasi berisiko.
Tidak sedikit pula orang yang hanya melihat security ketika menegakkan aturan, sementara upaya pencegahan yang dilakukan setiap hari tidak pernah terlihat. Ratusan potensi masalah yang berhasil dicegah sering luput dari perhatian, tetapi satu kejadian yang lolos dapat langsung menjadi bahan kritik.

"Kurangnya pemahaman mengenai peran security, keterbatasan jenjang karier, perbedaan fasilitas, dan minimnya penghargaan terhadap kinerja juga menjadi faktor yang membuat profesi ini kerap dipandang sebelah mata.
Dampak Kurangnya Perhatian dan Pembinaan
Ketika petugas security tidak mendapatkan perhatian, pembinaan, dan penghargaan yang layak, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh organisasi secara keseluruhan.

"Motivasi kerja dapat menurun karena petugas merasa dedikasi dan pengorbanannya tidak dihargai. Kondisi ini berpotensi memengaruhi disiplin, kewaspadaan, kualitas pelayanan, dan kepedulian terhadap lingkungan kerja.
Dalam jangka panjang, rendahnya perhatian dapat menimbulkan tingginya tingkat pergantian personel, menurunkan efektivitas sistem keamanan, serta meningkatkan risiko terjadinya kelalaian dan pelanggaran prosedur.
Padahal keamanan yang baik tidak hanya bergantung pada teknologi, kamera CCTV, pagar, atau sistem akses. Keamanan yang sesungguhnya sangat bergantung pada kualitas manusia yang menjalankannya.
Oleh karena itu, perusahaan maupun yayasan perlu memberikan pembinaan berkelanjutan, komunikasi yang baik, penghargaan atas prestasi kerja, serta perhatian terhadap kesejahteraan petugas security.

"Ketika mereka merasa dihargai, mereka akan bekerja dengan loyalitas, tanggung jawab, dan profesionalisme yang lebih tinggi.

"Artikel ini dibuat sebagai bentuk refleksi dan pandangan pribadi mengenai profesi security berdasarkan pengalaman dan pengamatan di lapangan. Isi tulisan tidak ditujukan untuk pihak, instansi, perusahaan, yayasan, maupun individu tertentu.
Apabila terdapat kesamaan peristiwa, situasi, kebijakan, atau pihak tertentu, hal tersebut merupakan kebetulan semata dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan, mengkritik, atau menyinggung pihak mana pun.
Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan renungan bersama tentang pentingnya menghargai peran petugas keamanan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keselamatan lingkungan kerja.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan