Modus Baru Cetak Tiket Sebelum Pengunjung Datang,DPRD Gunungkidul Pertanyakan Potensi Kebocoran PAD
Gunungkidul,DIY,1detik.asia
-- Komisi B DPRD Gunungkidul mengungkap petugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) wisata Pantai Baron, Gunungkidul, sudah menyiapkan berlembar-lembar print tiket sebelum ada pengunjung yang datang.
"Pengunjung belum ada, tetapi petugas itu sudah menyiapkan cetakan MPOS berlembar-lembar. Sehingga ibaratnya sudah nyetok," kata anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Ery Agustin Sudiyanti, saat dihubungi wartawan, Senin (13/4/2026).
MPOS adalah mobile point of sale, yakni sistem kasir modern berbasis perangkat seluler seperti tablet. Sistem ini memproses pembayaran digital, memindai barcode, dan mencetak struk langsung dari perangkat.
"Karena yang kita temukan waktu itu, MPOS yang diterima salah satu anggota Komisi B ternyata jamnya sudah lewat, tidak up to date pada saat dia masuk. Jadi masuk jam 10 (pagi) tapi di tiket jam 9, kalau jumlah orangnya sesuai dengan yang tertera di cetakan itu," ucapnya.
"Pertanyaan kami, ketika tidak ada pengunjung, siapa yang mau menomboki lembaran print itu. Ataukah itu cetakan MPOS yang sebenarnya sudah laku, tapi oleh pengunjung tidak diminta," ujarnya.
Ery mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul terkait temuan tersebut. Menurutnya, dengan adanya cetakan MPOS tidak real-time atau tidak sesuai waktu masuk pengunjung, hal itu bisa mengarah ke kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).
"Ini jadi salah satu bagian dari pengawasan kami, karena bisa saja tiket dijual double (ganda) dan itu bisa jadi kebocoran (PAD)," katanya.
Reporter(Ragil)
.png)

