Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Gery Hari Wijaya Semprot Keras: Drainase Palembang Terburuk, Bukti Kelalaian dan Minimnya Keseriusan

Bayumi
Rabu, 22 April 2026
Last Updated 2026-04-22T16:42:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


Palembang – Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Gery Hari Wijaya, melontarkan kritik pedas tanpa basa-basi terhadap amburadulnya sistem drainase di Kota Palembang. Pernyataan keras ini muncul sebagai respons atas banjir yang terus berulang dan seolah menjadi “tradisi tahunan” tanpa solusi nyata.


Dengan nada tegas, Gery bahkan menyebut tata kelola drainase Palembang sebagai salah satu yang terburuk di Indonesia—sebuah tamparan keras bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab.


Menurutnya, sistem drainase yang layak itu bukan hal rumit. Harus ada konektivitas antar saluran, bebas dari sampah, serta dibangun sesuai standar teknis. Namun yang terjadi di Palembang justru sebaliknya—saluran terputus, dangkal, sempit, dan dipenuhi sampah.


“Drainase itu bukan sekadar gali parit lalu selesai. Harus terkoneksi, bersih, dan sesuai standar. Tata ruang juga jangan semrawut, bangunan liar dibiarkan berdiri dan malah menghambat aliran air. Ini jelas pembiaran,” tegas Gery, rabu (22/4/2026).


Ia menilai kondisi di lapangan mencerminkan kegagalan serius dalam perencanaan dan pengawasan. Banyak saluran air tidak saling terhubung, ukuran parit jauh dari ideal, dan minim perawatan. Sampah pun dibiarkan menumpuk tanpa penanganan tegas.


Lebih menyakitkan lagi, kata Gery, kota-kota lain seperti Lubuklinggau, Prabumulih, hingga Blitar justru mampu menunjukkan tata kelola drainase yang lebih baik dibanding Palembang.


“Ini ironi. Kota besar seperti Palembang kalah dari daerah lain dalam hal dasar seperti drainase. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan,” sindirnya tajam.


Gery juga menyoroti keberadaan Sungai Musi yang seharusnya menjadi keunggulan alami. Namun potensi besar itu dinilai sia-sia akibat buruknya pengelolaan.


“Kita punya Sungai Musi yang besar, harusnya jadi solusi, bukan sekadar pemandangan. Kalau masih banjir juga, berarti ada yang salah besar dalam pengelolaan,” katanya.


Tak berhenti di situ, ia juga menyoroti maraknya TPS liar yang menjadi biang penyumbatan aliran air. Ia mendesak penertiban tegas serta pembangunan drainase dengan ukuran standar, minimal lebar dua meter dan kedalaman satu meter.


Di akhir pernyataannya, Gery melontarkan kritik paling keras terhadap sikap pihak terkait yang dinilainya tidak serius.


“Masalahnya bukan tidak tahu. Tapi malas berpikir, malas bergerak, dan tidak mau bertanggung jawab. Giliran ada anggaran, baru sibuk. Ini yang membuat rakyat terus jadi korban,” tandasnya dengan nada geram.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan