Pematangsiantar, 1detik.asia-
Momentum peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi simbol perjuangan emansipasi perempuan,
di Indonesia, semangat keberanian dan ketekunan R.A. Kartini, kini terus dihidupkan oleh perempuan yang menduduki posisi strategis, salah satunya, AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak.
Sebagai Kapolres Pematang Siantar, AKBP Sah Udur, mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin wilayah hukum Polres Pematang Siantar,
Polda Sumatera Utara, Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006, ini membuktikan bahwa dedikasi dan profesionalisme mampu, menembus batas stigma gender.
AKBP Sah Udur, menegaskan bahwa Hari Kartini ini, menjadi momentum penting untuk mengubah persepsi masyarakat.
Menurutnya, semangat Kartini mengajarkan bahwa peran perempuan tidak lagi terbatas, pada ranah domestik.
Pandangan ini, memberikan inspirasi bagi perempuan untuk terlibat aktif, mempromosikan kesetaraan gender dan memberdayakan diri, dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan ruang publik, ujarnya, Selasa 21/4/2026.
Di era kemajuan teknologi, dan perubahan sosial yang pesat, ia menekankan pentingnya perempuan masa kini, menempatkan diri sesuai kompetensi yang dimiliki.
Meski mendukung penuh emansipasi, perwira menengah kelahiran 1984 ini, mengingatkan agar perempuan tidak melupakan peran dalam keluarga.
Menurutnya, keberhasilan di ruang publik harus berjalan selaras dengan tanggung jawab sebagai istri, dan ibu.
Perjuangan Kartini identik dengan emansipasi, namun tidak boleh berlebihan, peran dalam keluarga tetap menjadi bagian penting yang harus dijaga juga, tuturnya.
Menjabat sebagai pimpinan di tingkat kepolisian resor bukan hal mudah.
Perempuan asli Pematang Siantar ini, mengakui tugas tersebut merupakan tantangan besar, yang harus dijawab dengan kinerja maksimal.
Dalam kepemimpinannya, ia kerap melibatkan polisi wanita (polwan) dalam berbagai kegiatan operasional, mulai dari patroli, hingga pengamanan unjuk rasa.
Hal ini, dilakukan untuk membuktikan bahwa perempuan itu mampu memberikan kontribusi nyata, jika diberi ruang dan kesempatan.
Kuncinya adalah terus menambah pengetahuan, mengembangkan diri, dan tidak cepat berpuas diri, pesannya.
Di balik seragam dinas, AKBP Sah Udur juga, selalu menjalankan peran sebagai istri dan ibu dari tiga anak, ia mengakui membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, menjadi tantangan tersendiri.
Bagaimana pun, saya adalah seorang perempuan, istri, dan ibu, di tengah kesibukan, saya tetap selalu menyempatkan waktu, buat untuk menjaga komunikasi dengan anak-anak saya, ungkapnya.
Menutup pesannya di Hari Kartini ini, ia berharap perempuan Indonesia, mampu menjadi pribadi yang memberi dampak positif, di mana pun berada.
Kartini masa kini, harus menjadi sosok yang memberi manfaat yang baik, di lingkungan kerja, keluarga, mau pun masyarakat, pungkasnya.
(Donny)

.png)

