1detik.asia, Tanjungbalai - Ketua Gerakan Pemuda Pembangunan Indonesia (GPPI) Kota Tanjungbalai, M. Ryanda Panjaitan, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Polres Tanjungbalai. Mereka menilai, institusi kepolisian tersebut terkesan lebih mengedepankan pencitraan dan mencari apresiasi, namun minim capaian nyata di lapangan.
Dalam keterangannya, M. Ryanda Panjaitan, menyebutkan bahwa berbagai klaim keberhasilan yang disampaikan pihak Polres Tanjungbalai tidak sebanding dengan kondisi riil yang dirasakan masyarakat.
“Kami melihat Polres Tanjungbalai seolah haus akan apresiasi, tetapi jika dilihat dari hasil kerja di lapangan, justru nol prestasi,” ujarnya. Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, masih banyak persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang belum tertangani secara maksimal. Menurutnya, hal ini menunjukkan lemahnya kinerja serta kurangnya respons cepat dari aparat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Ia juga mempertanyakan transparansi dan profesionalisme Polres Tanjungbalai dalam menjalankan tugasnya. Ia menilai, publik berhak mendapatkan pelayanan yang optimal
serta penegakan hukum yang tegas dan adil.
“Kami meminta Polres Tanjungbalai untuk tidak hanya fokus pada seremoni atau publikasi semata, tetapi benar-benar bekerja dan menunjukkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.
GPPI Tanjungbalai pun mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran Polres Tanjungbalai, guna meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan keamanan dan ketertiban di Kota Tanjungbalai tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, Kasi Humas Polres Tanjungbalai, IPTU. M. Ruslan belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan oleh GPPI tersebut.
.png)

