Sukabumi - 1detik.asia
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Hera Iskandar, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cicantayan merupakan momentum strategis untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat agar dapat masuk dalam skema penganggaran daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Cicantayan Tahun 2026. Dalam sambutannya, Hera Iskandar mengapresiasi jajaran pemerintah kecamatan, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, kader PKK, BPD, pemuda, serta insan media yang hadir dan aktif dalam forum perencanaan tersebut.
Hera menjelaskan bahwa kehadirannya dalam Musrenbang bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab politik untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar diperjuangkan di tingkat kabupaten.
“Musrenbang ini bukan sekadar formalitas atau hanya menghasilkan buku laporan. Musrenbang adalah pintu masuk anggaran. Kalau tidak kita perjuangkan dari sekarang, maka kebutuhan masyarakat tidak akan pernah sampai ke meja penganggaran,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sebagai anggota DPRD yang saat ini berada di Komisi III yang membidangi infrastruktur dan peternakan, dirinya memiliki kewajiban untuk mengawal hasil Musrenbang agar sinkron dengan pembahasan di DPRD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Menurut Hera, jalur aspirasi antara eksekutif dan legislatif harus saling terhubung. Usulan dari desa dan kecamatan melalui Musrenbang harus bertemu dengan hasil reses DPRD di tingkat kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih maupun pengulangan program.
“Kalau ada usulan yang sudah masuk dan sedang berjalan, jangan dimasukkan lagi. Ganti dengan yang lain agar pemerataan pembangunan bisa tercapai. Prioritasnya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi Kecamatan Cicantayan sebagai sentra industri kecil, khususnya produksi genteng dan bata merah. Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong agar menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mampu menopang kesejahteraan warga.
“Cicantayan ini punya kekhasan sebagai sentra kerajinan genteng dan bata. Ke depan, ini harus diperkuat. Jangan sampai potensi lokal justru kalah oleh produk luar,” katanya.
Hera menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur, seperti jalan, drainase, serta sarana pendukung produksi masyarakat, harus menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi warga semakin lancar.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun DPRD, untuk bersinergi dalam memperjuangkan anggaran pembangunan.
“Saya punya tanggung jawab moral untuk ribut di gedung dewan demi membawa anggaran ke Cicantayan. Karena kalau kita diam, daerah lain akan lebih dulu mengambil peluang,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Hera Iskandar mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk tidak ragu menyampaikan usulan yang benar-benar prioritas dan dibutuhkan masyarakat.
“Masukkan semua usulan yang penting. Nanti kita seleksi bersama mana yang paling mendesak. Saya siap mengawal dan memperjuangkannya di DPRD,” pungkasnya.
.png)



