Sukabumi - 1detik.asia
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur daerah. Hal tersebut ditandai dengan peresmian sejumlah sarana strategis, yakni Gedung Kantor Kecamatan Warungkiara, Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Gedung Inspektorat beserta aula, serta Jembatan Tarisi.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, pada Senin (9/2/2026).
Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengatakan bahwa pembangunan dan peresmian sejumlah fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur perkantoran sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
“Peresmian hari ini merupakan penggunaan fungsional Gedung Kantor Kecamatan Warungkiara, Gedung Diskominfo, Gedung Inspektorat beserta aula, serta Jembatan Tarisi. Ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pelayanan publik yang lebih efektif dan optimal,” ujar Sendi.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Warungkiara mencapai Rp1,4 miliar, pembangunan Gedung Inspektorat dan aula sebesar Rp2,7 miliar, serta pembangunan Jembatan Tarisi sekitar Rp700 juta.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja aparatur pemerintah sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan.
“Kami mendorong seluruh jajaran untuk memaksimalkan pemanfaatan gedung ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan semakin cepat, mudah, dan transparan,” tambahnya.
Terkait Jembatan Tarisi, Sendi menekankan pentingnya penggunaan sesuai peruntukan, terutama sebagai akses ekonomi, sosial, dan pendidikan masyarakat. Ia juga mengingatkan perlunya pengaturan pembatasan tonase kendaraan demi menjaga usia teknis bangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain pembangunan infrastruktur perkantoran dan jembatan, Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi juga memfokuskan perhatian pada penanganan rumah terdampak bencana.
Dari sekitar 9.000 rumah terdampak, sebanyak 3.700 unit masuk kategori rusak berat dan menjadi prioritas penanganan melalui program rumah khusus pascabencana.
“Sesuai arahan Pak Bupati, program rumah khusus akan dipercepat dan diprioritaskan. Kami akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta dukungan pemerintah provinsi agar pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Dengan peresmian sejumlah infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pelayanan publik semakin meningkat serta pembangunan daerah dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan
.png)

